Mengenal Gereja Baptis (Bagian 2)

Pertumbuhan di Inggris dan di Negara-negara Lain

Meskipun Baptis Khusus mewakili tradisi utama Baptis yang terus berlangsung, Baptis Umum lebih dahulu muncul. Pada 1608 penganiayaan agama mendorong sekelompok Separatis Lincolnshire untuk mencari suaka di Belanda. Sebuah rombongan menetap di Amsterdam bersama John Smyth (atau Smith), lulusan Cambridge, sebagai pendeta mereka; kelompok lain pindah ke Leiden di bawah kepemimpinan John Robinson. Ketika pertanyaan tentang baptisan muncul selama debat mengenai makna keanggotaan gereja, Smyth menyimpulkan bahwa, jika pendapat Separatis bahwa “gereja-gereja dari konstitusi kerasulan hanya terdiri dari orang-orang kudus” adalah benar, maka baptisan harus dibatasi hanya untuk orang percaya saja. Ini, menurutnya, adalah praktik gereja-gereja Perjanjian Baru, karena ia tidak dapat menemukan fakta Alkitabiah tentang baptisan bayi. Smyth menerbitkan pandangannya ini dalam The Character of the Beast (1609) dan pada tahun yang sama membaptiskan dirinya sendiri dan kemudian 36 orang lainnya, yang bergabung dengannya dalam membentuk sebuah gereja Baptis. Tak lama kemudian Smyth tergugah oleh komunitas Mennonite (Anabaptis) di Amsterdam dan mulai mempertanyakan tindakannya membaptis dirinya sendiri. Ini dapat dibenarkan, ia menyimpulkan, hanya jika tidak ada gereja yang benar di mana baptisan yang sah dapat diperoleh. Setelah beberapa penyelidikan, Smyth merekomendasikan persatuan dengan mereka. Usulan ini ditentang oleh Thomas Helwys dan anggota kelompok lainnya, yang kembali ke Inggris pada tahun 1611 atau 1612 dan mendirikan sebuah gereja Baptis di London. Kelompok induk di Amsterdam tak lama kemudian menghilang.

Baptis Khusus berasal dari gereja non-Separatis yang didirikan pada tahun 1616 oleh Henry Jacob di Southwark, di seberang Sungai Thames di London. Pada tahun 1638 sejumlah anggotanya mengundurkan diri di bawah kepemimpinan John Spilsbury untuk membentuk Gereja Baptis Khusus yang pertama.

Dua dekade dari tahun 1640 hingga 1660 merupakan periode besar pertumbuhan Baptis awal. Pengkhotbah Baptis memenangkan banyak orang di sekitar api unggun di tengah pasukan pimpinan Puritan Oliver Cromwell. Keuntungan terbesar diraih oleh Baptis Khusus, sementara Baptis Umum menderita karena pembelotan terhadap Quaker. Setelah Restoration of the Stuart pada tahun 1660 kedua kelompok tersebut mengalami kelumpuhan parah hingga ditenangkan oleh Act of Toleration pada tahun 1689.

Robert Walker: Oliver Cromwell. Oliver Cromwell, lukisan karya Robert Walker; di The National Portrait Gallery, London.

Selama dekade-dekade berikutnya, vitalitas Baptis Umum terkuras oleh serangan skeptisisme, dan gereja-gereja mereka umumnya menyusut dan mati atau menjadi Unitarian. Kaum Baptis Khusus mengalami kemunduran menjadi hiper-Calvinisme yang defensif dan kaku. Di tengah kaum Baptis Khusus di Inggris pembaharuan terjadi sebagai hasil dari pengaruh Kebangkitan Injili, dengan gelombang pertumbuhan baru yang diprakarsai oleh aktivitas pendeta Baptis Inggris Andrew Fuller, Robert Hall, dan William Carey. Carey, pada tahun 1792, membentuk English Baptist Missionary Society (Lembaga Misionaris Baptis Inggris) — awal dari gerakan misionaris asing modern di dunia berbahasa Inggris — dan menjadi misionaris pertamanya ke India. Kelompok New Connection General Baptist (Koneksi Baru Baptis Umum), atau yang disebut Wesleyan dalam istilah teologi, dibentuk pada tahun 1770, dan satu abad kemudian, pada tahun 1891, ia bergabung dengan Baptis Khusus untuk membentuk Baptist Union of Great Britain and Ireland (Serikat Baptis Inggris Raya dan Irlandia).

William Carey

Pada akhir abad ke-19, kaum Baptis, bersama-sama dengan gereja-gereja Non-konformis lainnya, mencapai puncak pengaruhnya di Inggris Raya, dilihat dari banyaknya para pengkhotbah mereka adalah orang-orang dengan reputasi internasional. Pengaruh Baptis terkait erat dengan kekayaan Partai Liberal, di mana David Lloyd George adalah pemimpinnya yang terkemuka. Setelah Perang Dunia I Baptis Inggris mulai menurun dalam pengaruh dan jumlah.

Gereja-gereja Baptis didirikan di Australia (1831) dan Selandia Baru (1854) oleh para misionaris dari the British Baptist Missionary Society. Di Kanada, Baptis berawal dari aktivitas Ebenezer Moulton, seorang imigran Baptis dari Massachusetts yang mengorganisasi sebuah gereja di Nova Scotia pada tahun 1763. Di Ontario, gereja-gereja Baptis yang paling awal dibentuk oleh para loyalis yang melintasi perbatasan setelah Revolusi Amerika, sementara gereja-gereja lain didirikan oleh kaum Baptis imigran dari Skotlandia dan oleh para misionaris dari Vermont dan New York.

 

Mengenal Gereja Baptis (Bagian 1)

Baptis, adalah bagian dari golongan Kristen Protestan yang kepercayaan dasarnya sebagian besar Protestan tetapi yang bersikeras bahwa hanya orang percaya yang harus dibaptis dan itu harus dilakukan dengan diselam, bukan dengan dipercik atau dituangi air. Persepektif ini dideskripsikan oleh orang yang bukan Baptis. Meskipun Baptis tidak membentuk satu jenis struktur gereja atau denominasi, sebagian besar membentuk kepemimpinan jemaat. Beberapa orang Baptis menekankan bahwa tidak ada manusia sebagai pendiri gereja, tidak ada otoritas manusia, tidak ada kredo manusia.

Montgomery, Alabama: Dexter Avenue King Memorial Baptist Church. Gereja Baptis Memorial King Dexter Avenue di Montgomery, Alabama. Martin Luther King, Jr., melayani sebagai pendeta di gereja ini pada tahun 1954–1960.

Sejarah Gereja Baptis

 Asal Mula

Beberapa orang Baptis percaya dengan adanya rangkaian estafet yang tak terputus dari gereja-gereja Baptis sejak zaman Yohanes Pembaptis dan para Rasul Yesus Kristus. Yang lainnya melacak asal-usul mereka dari kaum Anabaptis, sebuah gerakan Protestan pada abad ke-16 di benua Eropa. Namun, sebagian besar kaum terpelajar sepakat bahwa kaum Baptis, sebagai denominasi berbahasa Inggris, berasal dari Puritanisme abad ke-17, yang merupakan cabang dari Kongregasionalisme.

Ada dua kelompok dalam kehidupan Baptis awal: Baptis Khusus dan Baptis Umum. Kaum Baptis Khusus menganut doktrin penebusan khusus — bahwa Kristus mati hanya untuk orang-orang pilihan — dan sangat berorientasi Calvinis (mengikuti ajaran Reformasi John Calvin); Baptis Umum berpegang pada doktrin pendamaian umum – bahwa Kristus mati untuk semua orang dan bukan hanya untuk orang pilihan – dan mewakili Calvinisme yang lebih moderat dari Jacobus Arminius, seorang teolog Belanda abad ke-17. Kedua aliran itu juga dibedakan oleh keahlian dalam gereja terkait dengan tempat asal masing-masing. Baptis Umum muncul dari Separatis Inggris, sedangkan Baptis Khusus berakar pada independensi non-Separatis.

Baik Separatis dan non-Separatis adalah kongregasionalis. Mereka berbagi keyakinan yang sama sehubungan dengan sifat dan pemerintahan gereja. Mereka percaya bahwa kehidupan gereja harus diatur sesuai dengan pola gereja-gereja Perjanjian Baru, dan bagi mereka ini berarti bahwa gereja-gereja harus menjadi badan pemerintahan sendiri yang hanya terdiri dari orang-orang percaya.

Namun, sikap mereka berbeda terhadap Gereja Inggris. Kaum Separatis berpendapat bahwa Gereja Inggris adalah gereja palsu dan bersikeras bahwa ini harus segera dihentikan secara total. Kaum non-Separatis, yang lebih ekumenis dalam roh, berupaya mempertahankan ikatan persatuan di antara orang-orang Kristen. Sementara mereka percaya perlunya untuk memisahkan diri dari korupsi gereja-gereja paroki, mereka juga percaya bahwa untuk menolak semua bentuk komunikasi dan persekutuan adalah pelanggaran amal Kristen. Sementara banyak non-Separatis menarik diri dan mendirikan ibadah mereka sendiri, mereka tidak akan bertindak lebih jauh dengan menyatakan bahwa gereja-gereja paroki tidak memiliki semua tanda-tanda gereja yang benar.

Mengenal Gereja Baptis Misionaris

Apakah yang dimaksud dengan Gereja Baptis Misionaris?

Gerakan Baptis telah menjadi sangat terfragmentasi selama bertahun-tahun, dan ada berbagai jenis gereja yang menggunakan label “Baptis Misionaris” sebagai bagian dari nama mereka. Artikel ini khususnya membahas tentang gerakan Baptis Misionaris khususnya dalam komunitas Afrika-Amerika, tidak termasuk kelompok-kelompok lain yang mungkin menggunakan nama “Baptis Misionaris.”

Baptis Misionaris adalah sekelompok anggota Baptis yang berasal dari kontroversi misionaris/anti-misionaris yang memecah-belah pengikut Baptis di Amerika Serikat pada awal abad ke-19. Mereka yang setuju dengan gerakan misi, menyebut diri mereka Baptis Misionaris. Mereka yang menentangnya dikenal sebagai anti-misi atau Baptis Primitif. Sejak kemunculannya pada abad ke-19, pengaruh Baptis Primitif memudar ketika Baptis Misionaris menjadi arus utama dalam konvensi Baptis.

Apa yang dipercaya oleh para Baptis Misionaris?

Sebagian besar gereja Baptis, termasuk Baptis Misionaris, percaya dan mengikuti prinsip-prinsip penting Kekristenan. Mereka berpegang pada ilham dan otoritas Alkitab, keilahian Kristus, dan keselamatan melalui anugerah melalui iman kepada Tuhan Yesus yang disalibkan dan bangkit. Demikian pula Baptis Misionaris, seperti Baptis lainnya, mengajarkan otonomi gereja lokal dan mempraktikkan baptisan orang percaya dengan diselam. Baptisan dan Perjamuan Kudus adalah dua tata cara gereja yang penting. Sebagian besar gereja Baptis Misionaris memandang hari Minggu sebagai hari Sabat Kristen, di mana jemaat tidak seharusnya melakukan pekerjaan atau kegiatan sekuler apapun. Banyak gereja Misionaris Baptis juga menyebut istri pendeta mereka sebagai “first lady” di gereja.

Dua kelompok Baptis Misionaris terbesar adalah National Baptist Convention USA (Konvensi Baptis Nasional AS), dengan sekitar 8 juta anggota; dan National Baptist Convention of America (Konvensi Baptis Nasional Amerika), dengan anggota sekitar 5 juta orang. Kelompok Baptis Afrika-Amerika lainnya yang menggunakan nama “Baptis Misionaris” termasuk Progressive National Baptist Convention (Konvensi Baptis Nasional Progresif) dan National Missionary Baptist Convention (Konvensi Baptis Misionaris Nasional).

Gerakan Misionaris Baptis dimulai pada 1880, segera setelah Perang Saudara. Pada waktu itu, ada banyak budak yang dibebaskan di gereja-gereja Baptis, dan mereka merasa perlu untuk berkumpul bersama dalam ibadah dan memenuhi Amanat Agung. Para mantan budak membentuk Foreign Mission Baptist Convention of the United States (Konvensi Baptis Misi Asing Amerika Serikat) pada tahun 1880, American National Baptist Convention (Konvensi Baptis Nasional Amerika) pada tahun 1886, dan Baptist National Educational Convention (Konvensi Pendidikan Nasional Baptis) pada tahun 1893. Ketiga organisasi ini bersatu untuk membentuk National Baptist Convention (Konvensi Baptis Nasional) pada tahun 1895. Sekitar 24 tahun kemudian, ketidaksepakatan dalam ketiga konvensi tersebut menyebabkan perpecahan, dan Konvensi Baptis Nasional AS menjadi terpisah dari Konvensi Baptis Nasional Amerika.

Secara umum, gereja-gereja Baptis Misionaris menekankan penginjilan Kristen, mempromosikan upaya misi di rumah dan di luar negeri; mendorong pendidikan Kristen; mencari keadilan sosial dan keterlibatan masyarakat; dan menerbitkan serta mendistribusikan materi sekolah minggu dan literatur Kristen lainnya. Baptis Misionaris merangkul sejarah mereka dan memelihara hubungan yang kuat dengan kebutuhan di komunitas sekitar mereka. Sebagai konvensi (bukan denominasi), kelompok Baptis Misionaris tidak memiliki kontrol administratif atau doktrinal atas gereja-gereja anggota mereka; masalah-masalah semacam itu diserahkan kepada masing-masing gereja setempat.